Become Superhero

Hero atau superhero yang kita tahu adalah sosok pahlawan dalam fiksi yang memiliki kekuatan luar biasa dan keistimewaan yang mengagumkan. Sedari kecil kita sudah diberikan tontonan sifat ke heroik-an sehingga kita ingin hidup seperti mereka yang bergelimang dengan pujaan, kejayaan, dan keistimewaan. Tetapi perlu kita sadari bahwa sosok tersebut hanyalah sebuah sosok fiksi saja yang tidak ada dalam kehidupan nyata.

 Lho! , Lalu apakah kita bisa menjadi Superhero? Perlu didasari bahwa kita ditakdirkan untuk hidup menjadi manusia biasa yang tidak berdaya, kita meyakini kekuatan kita bukan seperti mereka yang bisa langsung mengeluarkan output kekuatan seperti angin topan, halilintar, teleport, dsb. Keistimewaan kita didunia ini yang melebihi mahluk lain adalah akal dan hati. lalu apa gunanya buku ini kalau tidak ada kekuatan seperti itu? tentu saja buku ini akan berguna untuk menyadarkan diri kita karena dari awal hidup kita sudah memiliki hak istimewa, hanya saja kita bukan mahluk yang sempurna dan ketidaksempurnaan itulah yang selalu kita lihat sebagai mahluk yang tidak sempurna. Dan untuk menjadi ke Hero dan Superhero kita harus mendasari terlebih dahulu bahwa kita masih berada pada tingkat bawah yaitu manusia atau jangan-jangan kita masih belum menjadi manusia, belum tentu juga kita menjadi manusia yang mendekati kebenaran selama ini. Belum tentu kita menggunakan keistimewaan kita dengan baik.

Lalu bagaimana dengan orang yang menganggap dirinya sendiri tidak ada hal satupun yang istimewa didalam dirinya? Jujur saja, dahulu saya sering merasakan kurangnya keistimewaan didalam diri saya, yang selalu merasa punya semacam kutukan yang selalu mengganggu saya sehingga punya persepsi bahwa saya adalah orang gagal yang tidak mempunyai keistimewaan, dan itu salah satu alasan kenapa saya mengarang buku ini. Tapi apakah benar kalau ada orang yang tidak punya keistimewaan? Tentu saja tidak. Saya yakin 100% tidak ada. Kenapa? Begini, kita diciptakan di dunia ini pasti ada makna tertentu yang bikin kita hadir didunia ini, kita tidak semata-mata hadir didunia ini hanya untuk hidup saja, pasti ada hal yang harus dirubah dalam dunia ini saat kita menjalaninya. Kita akan mengambil contoh bagian terkecil yang ada didalam tubuh kita yaitu cells. Pasti semuanya sudah pada tau bukan apa itu Cells kan? Mari menilik bagian dalam Cell seperti mitokondria yang ditugaskan untuk mensintesis energi. Ribosom, untuk mentranslate kodon. Dan itu hanya beberapa hal terkecil dari tubuh kita yang kita, lalu bagaimana dengan manusia? sudah tentu kita pasti punya tujuan yang sangat besar setelah lahir didunia ini. Tidak hanya semerta merta tanpa alasan berada di dunia ini. 


Maka dari itu, mari kita bahas konsep manusia dari dasarnya dan memulai dengan pertanyaan apasih manusia itu? Pertama mari kita kutip dari konsep Islam terlebih dahulu. Dalam konsepsi Islam manusia merupakan satu hakekat yang mempunyai dua dimensi, yaitu dimensi material (jasad) dan dimensi immaterial (ruh, jiwa, akal dan sebagainya). Unsur jasad akan hancur dengan kematian, sedangkan unsur jiwa akan tetap dan bangkit kembali pada hari kiamat. (QS. Yasin, 36: 78-79). Manusia adalah makhluk yang mulia, bahkan lebih mulia dari malaikat (QS. al-Hijr, 15: 29). Bahkan manusia adalah satu-satunya mahluk yang mendapat perhatian besar dari Al-Qur‟an, terbukti dengan begitu banyaknya ayat al-Qur‟an yang membicarakan hal ikhwal manusia dalam berbagai aspek-nya. Lalu bagaimana menurut pandangan Sains? Manusia (Homo sapiens) adalah spesies primata yang jumlahnya paling banyak dan tersebar luas. Mereka adalah jenis kera besar yang dicirikan oleh gaya berjalan dua kaki dan kemampuan kognitif yang mumpuni berkat otak mereka yang besar dan kompleks. Dan manusia sangat berikatan dengan yang namanya "evolusi". Dan bagaimana pandangan menurut filsuf Aristoteles? Populernya menurut Aristoteles manusia adalah zoon politicon, yaitu makhluk sosial, makhluk yang selalu berhubungan dengan manusia lainnya dimana makhluk yang pandai bekerjasama, bergaul dengan orang lain dan mengorganisasi diri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Begitulah menurut pakar dari berbagai sumber yang saya dapat. Jadi apa itu manusia? Bagi saya dapat disimpulkan bahwa Manusia adalah makhluk hidup unik yang diciptakan untuk tunduk pada Kekuasaan Tuhannya untuk mendapatkan rahmat-Nya. Tapi ini hanyalah persepsi saya sendiri, yang dimana persepsi tentang manusia itu banyak sekali tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Sekedar fakta juga, karena manusia itu unik para ilmuwan juga masih belum puas dengan apa itu manusia dengan segala informasi yang ada sekarang. Jadi, saya berharap kalian mencari dan menemukan persepsi sendiri bahwa apa itu manusia sehingga kalian bisa memegang prinsip itu dengan erat dan menjadi bagian dari bekal untuk kehidupan kalian. 

Dengan pemahaman tersebut kita bisa tahu bahwa manusia itu mahluk yang ketergantungan kepada penciptanya. Dan tentu saja manusia tidak mungkin untuk hidup sendiri, semua yang ada didunia ini saling berikatan, terang gelap, baik jahat, elegan anggun, kecuali eksistensi tuhan yang bisa hidup sendiri tanpa ketergantungan oleh apapun. Jadi sekali lagi saya tekankan bahwa manusia itu bukan mahluk yang sempurna karena kita memiliki keterbatasan yang tidak bisa kita lalui, bukan berarti dengan adanya keterbatasan itu harus kita lalui. Tapi kita harus hidup dalam keterbatasan itu karena kita sadar kalau kita hanyalah sebatas mahluk yang memiliki batasan. 

Oke, sekarang kita balik ke awal pembahasan tentang keistimewaan yang dimiliki manusia, yaitu akal dan hati. Kita sadar kalau selama ini menjalani hidup pasti menggunakan akal kita, tapi apakah kita sudah menggunakannya dengan baik?. Nah, kebetulan di negeri kita mayoritasnya meninggalkan salah satu keistimewaan dari 2 hal itu yang akibatnya akan fatal, jadi mari kita kupas tuntas mengenai fakta terlebih dahulu yang terjadi pada negeri kita. Dimulai ------------- dari pemerintah yang sangat erat kaitannya dengan tanggung jawab dan amanah. 

Komentar